Menjaga Kesehatan dengan Mengkonsumsi Mentimun

oleh : Handar Ibrahim ( Kelas 7 PA )

Dan (ingatlah) ketika kamu berkata: Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam maknan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhan-Mu, agar dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu Sayur mayur, Ketimunnya, Bawang Putihnya, Kacang adasnya, dan bawang merahnya ……….(Q.S Al-Baqarah 61).

Betapa Senangnya kita jika hidup sehat, kuat dan segar bugar, jauh dari penyakit sehingga kita bisa beribadah dan beraktifitas sebagaimana mestinya, bukankah Rasulullah SAW bersabda :

اَلْمُؤْ مِنُ الْقَوِ يُّ اَ حَبُّ اِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْ مِنِ الضَّعِيْفِ


“ Seorang mukmin yang kuat itu lebih dicintai Allah dari pada Seorang mukmin yang lemah”

Pepatah arab juga menyebutkan “ Akal yang sehat terletak pada tubuh yang sehat “

Begitu pentingnya kesehatan, sehingga syaikh Muhammad Abduh dari Al-Azhar University Kairo Mesir, Pernah mengatakan:

“Sehatnya tubuh harus didahulukan dari pada penyempurnaan agama-agama. Dengan demikian, islam tidaj bisa dipisahkan dengan kesehatan. Adapun Rasulullah SAW pernah makan mentimun dicampur dengan kurma basah, diantara sekian banyak makanan halal ciptaan Allah SWT yang berkhasiat bagi kesehatan adalah mentimun, yang menurut bahasa ilmiahnya disebut cucumis sativus. Menurut bahasa qur’an disebut Qitstaa’ sebagai mana yang tertera di dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 61 yang kami jadikan headline edisi ini diatas.

Rasulullah SAW sendiri sebagai seorang yang tidak pernah sakit selama hidupnya selain gara-gara di racun oleh seorang Yahudi dan menjelang wafatnya, dalam sebuah hadist riwayat At-Tirmidzi yang disampaikan oleh istri beliau yakni Aisya ra bahwa beliau sering makan mentimun dicampur dengan kurma basah.

Dengan demikian, bisa jadi Rasulullah selalu sehat, salah satunya adalah lantaran sering mengkonsumsi mentimun. Dan Aisyah pula gemuk karena makan mentimun dan kurma basah. Perlu saya sampaikan bahwa Aisyah binti Abu Bakar Asshidiq adalah istri Rasululah yang dinikahi pada dua tahun lima bulan sebelum hijrah (tahun 11 kenabian) di saat Aisyah masih umur 6 tahun. Saat itu Aisyah masih mengikuti ibunya. Dan baru hidup bersama Rasulullah 7  bulan setelah hijrah di madinah pada saat Aisyah umur 9 tahun.

Dalam sebuah hadist riwayat Ibnu Majah, Aisyh pernah mengatakan bahwa, ibunya rmengobatinya agar kelihatan gemuk saat ia hendak mempertemukannya dengan Rasulullah SAW. Usahanya baru berhasil setelah ia sering makan mentimun dengan kurma basah. Badan Nampak gemuk serta ideal, yakni dari umur 6 hingga 9 tahun.

Dengan demikian, mentimun bermanfaat untuk menambah berat badan.

Mentimun memiliki khasiat untuk kesehatan dan kecanrtikan antara lain sebagai berikut :

1.    Sebagai sumber vitamin B dan C

Mentimun penuh dengan vitamin B, sedangkan kulitnya mengandung vitamin C, sehingga akan lebih sempurna jika kita mengkonsumsi timun engan kulitnya. (sudah di cuci dulu tentunya).

2.    Bisa mengobati Diabetes dan Kolestrol.

Jus mentimun bisa menolong Pankreas menghasilkan insulin yang baik untuk penderita diabetes, juga bisa menurunkan kolestrol.

3.    Mengatasi Hipertensi.

Secara klinis, mentimun mengandung berbagai zat yang bersifat porganik yang mampu menurunkan darah dalam tubuh alias menetralisir hipertensi.

4.    Mentimun dapat mengurangi lingkaran hitam pada mata.

Bagi mereka yang kurang tidur, kadang timbul lingkaran hitam mata atau mata panda. Cara mengatasinya cukup dengan makan mentimun, karena mentimun memiliki anti oksidan dan silika yang dapat meremajakan dan membuat kulit menjadi halus dan lembut.

5.    Mentimun dapat mengurangi bintik hitam.

Bintik hitam (Hiperpigmentasi) pada kulit/wajah banyak disebabkan oleh sorot matahari. Ini bisa diatasi dengan parutan mentimun yang di balurkan pada wajah dan bagian leher. Demikian pula jika kulit kita terkena sunburn (terbakar terik matahari) bisa disembuhkan dengan mentimun yang sudah diparut tadi.

Itulah pentingnya keshatan jasmani. Namun demikian, sebagai muslim, tentu tidak hanya mementingkan kesehatan jasmani melainkan ada yang lebih penting lagi, yakni kesehatan rohani. Apalah artinya jasmani sehat, jika rohani kita sakit, karena jasmani tidak lebih sekedar wadah dari rohani.

Ingatlah tausyiah Rasaulullah SAW yang menyebutkan :

“ ingatlah bahwa dalam tubuh ada segumpal mudghoh, bila ia benar sehat ia benar sehat, ia akan baiklah seluruh tubuh itu, dan bila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, dia itu adalah hati (H.R Bukhari Muslim).

Oleh karena itu, disamping menjaga jasmani agar tetap sehat wal afiat juga jagalah hati kita agar tidak ada satupun penyakit yang hinggap dan menggerogoti hati kita baik berupa penyakit nifaq, hasud, bakhil, suka menipu malas, takabur, maupun lainya.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kesehatan kita, baik jasmani maupun rohani

‘Amiiin’

Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung didirikan pada 11 Muharrom 1403 H / 1 November 1982 oleh Muhammadiyah Cabang Tembarak di Desa Purwodadi, lereng Gunung Sumbing, sebagai respons atas kebutuhan akan generasi yang tafaqquh fiddin.

Post Comment