TIKUS KANTOR
by: M.Khalifuddin
Angin bertiup dalam tanah
Uang-uang rakyat berterbangan
Dari kantong-kantong tikus kantor
Yang hidup Sejahtera di rumah rakyat miskin
Amarah tikus memuncak pada ketinggian
Tapi rasa malu lebih dulu disembunyikan
Menghindar dari kejaran kaum Abraham Samad
Mereka berdiskusi tentang sekuler
Kami menyanyi dengan tangis
Mereka berdiskusi tentang perang
Kami menulis puisi tapi ditindas
Mereka saling berbantahan tentang demokrasi
Kami sampai sekarang belum paham arti kesejahteraan
Andai keadaan bisa berbalik
Apa yang kalian katakan
Jika berada di posisi kami?
Angin masih bertiup
Lidah tikus menjilati keringat kami
Kami melarat
Bagai lintah terinjak kaki gajah
Begitu banyak kata
Yang tersusun pada kitab-kitab langit
Mereka ludahi dengan ludah yang amat serakah
Berkata kitab dalam tangis
Kasihan…Kita pasti bertemu di akhirat


Post Comment