HADIAH UNTUK SI TUKANG BANGUNAN
Athaya Tsaqif Firdaus
Di suatu hari yang sedikit berangin, ada seorang tukang bangunan bernama Yanto. Yanto tinggal bersama dengan istrinya yang berjualan gorengan.
“Ya Allah, kenapa akhir-akhir ini sulit sekali mendapatkan pekerjaan,” do’a yang Yanto panjatkan agar segera dimudahkan dalam pekerjaan.
“Sudah Mas, untuk sekarang kan kita masih memiliki simpanan. Adek juga masih berjualan. Yang terpenting Mas jangan berhenti berdoa dan usaha,” tutur sang istri.
Tiba-tiba hujan turun membuat sang Istri segera keluar untuk mengangkat jemuran. Yanto tak putus asa, dirinya terus mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha agar segera mendapatkan pekerjaan kembali.
“Dek, ayo nanti ketinggalan sholat jamaah,” ucap Yanto di depan pintu rumahnya.

“Iya Mas, sebentar,” sahut istrinya. Merekapun berangkat bersama menuju masjid untuk sholat berjamaah.
Setelah selesai sholat, Yanto melihat istrinya sedang bercakap-cakap dengan tetangganya.
“Dek, yuk pulang,” ajak Yanto kepada istrinya.
“Sudah ya bu, suami saya sudah manggil,” pamit si istri pada tetangganya. Ia pun menghampiri Yanto untuk pulang bersama.
“Kenapa kok senyum-senyum?” tanya Yanto yang heran melihat tingkah istrinya.
“Gapapa kok mas,” sahut istrinya.
Pada keesokan harinya, rumah Yanto kedatangan seorang tamu. “Assalamualaikum,” ucap sang tamu. Istri Yanto yang berada di dalam rumah segera menyahut salam tamu.
“Walaikumussalam, mari silahkan masuk.”
“Terimakasih,” sang tamu pun duduk dan mengutarakan maksud kedatanganya.
“Apa benar ini rumah Mas Yanto?” tanya sang tamu.
“Benar Mas, sebentar saya panggilkan suami saya,” sang istri pun masuk untuk memanggil Yanto.
“Mas, ada tamu nyariin kamu,” ujar sang istri memberi tahu suaminya.
Yanto akhirnya menemui sang tamu, sedangkan istrinya ke dapur untuk membuatkan minum.
“Gimana ya Mas?” tanya Yanto, karena tamu yang ada di hadapannya itu dirinya tidak mengenal.
“Begini mas, saya sedang akan membangun perumahan. Jadi kedatangan saya kesini untuk mengajak mas Yanto kerja,” tutur sang tamu.
“Mas nya kok bisa tahu kalau saya kuli bangunan?”
“Saya diceritain istri saya kalau mas Yanto sedang butuh pekerjaan, kebetulan kan saya butuh tukang untuk membangun rumah.”
“Baik mas, saya bersedia,” ucap Yanto bahagia. Akhirnya ada yang memberinya pekerjaan.
Yanto pun mulai bekerja membangun rumah tersebut. Satu per satu rumah akhirnya selesai dibangun dengan baik.
“Mas, maaf jadi gini saya butuh satu rumah lagi,” ucap sang pemilik rumah pada Yanto.
“Gapapa mas,” Ucap Yanto.

Karena Yanto ingin segera menyelesaikan rumah tersebut, membuat Yanto mengerjakan rumah tersebut dengan asal-asalan yang penting segera selesai. Rumah pun selesai dan pemilik rumah menemui Yanto yang sedang istirahat.
“Sudah selesai?” tanya sang pemilik rumah.
“Sudah semua ya Mas” ucap Yanto senang, karena pekerjaanya selesai.
“Makasih mas, ini gaji mas Yanto dan satu lagi rumah yang mas bangun terakhir untuk hadiah buat Mas Yanto” ucap sang pemilik rumah, membuat Yanto melonggo.
Yanto menyesal karena membuat rumah terakhir itu dengan asal-asalan. Ia pun belajar dari kesalahan agar setiap mengerjakan apapun tidak tergesa-gesa.



Post Comment