Cobaan Sang Hamba

Para pembaca, anggaplah sesuatu sebagai kebahagiaan apabila anda jatuh kedalam berbagai ujian dan cobaan. Sebab, anda tahu bahwa ujian itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya menjadi sempurna, utuh, dan tidak kekuranggan sesuatu apapun.

Beragam ujian dan cobaan yang ditimpakan kepada kita dari Allah SWT untuk membentuk kita agar menjadi sempurna, utuh, dan tidak kekurangan suatu apapun. Tetapi, tidaklah menyenangkan, sakit dan penuh penderitaan yang disertai banyaknya air mata yang mengalir. Tetapi itulah cara Allah SWT mengubah kita agar menjadi hamba yang taat dan memancarkan kemuliaan-nya.

Ada kisah seorang santri, dimana santri tersebut kini sedang mendapat ujian kehidupan. Dimana anda akan membaca kisah sang hamba tersebut.

Salah seorang santri pondok pesantren itu terlihat sedih dan menyendiri disertai air mata yang mengalir. Dia tampak pasrah dan meratapi nasibnya tersebut, kemudian dia menghadap ke langit sembari mengangkat kedua tangannyaseraya berkata “ Ya Allah! Aku hanya pasrah kepada-mu dengan keadaanku ini ya Allah! Tetapi mengapa engkau memberikan aku ujian yang sangat tidak menyenangkan lagi bertambah. Aku sudah banyak dimusuhi dan direndahkan, Ya Allah! Oleh temanku satu pondok dan bahkan mereka semua memusuhi  ku dengan cara tertentu dan lain-lainnya dengan doa yang panjang.

Hari-harinya dipenuhi dengan ujian dan cobaan. Dia terkenal dengan sebutan “ Tukang berantem ” karena, semakin maraknya adu domba diantara santri tersebut.

oleh : Farid Mumtaz Jamil ( Kelas 7 PA )

Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung didirikan pada 11 Muharrom 1403 H / 1 November 1982 oleh Muhammadiyah Cabang Tembarak di Desa Purwodadi, lereng Gunung Sumbing, sebagai respons atas kebutuhan akan generasi yang tafaqquh fiddin.

Post Comment